Monday, December 5, 2022

Mengenal Micin, MSG/Monosodium Glutamat

Mari berbincang-bincang dengan micin bumbu khas penambah nafsu makan. Nama ilmiahnya adalah Monosodium Glutamat.

Sisi Lain dari MSG (Monosodium Glutamat)

Mengingat angka obesitas akibat makan berlebihan yang makin meningkat setiap harinya. tidak salah jika dikatakan bahwa zat yang menyeragamkan manusia di seluruh dunia adalah MSG. (Dr. Mineral katı, syamssul arifin)

Monosodium Glutamat (MSG) adalah bahan aditif kimia yang diperoleh dengan cara mengekstraksi asam glutamat alami pada tanaman menjadi garam natrium agar mudah larut di dalam air. MSG memiliki rasa umami, yaitu rasa gurih yang khas. Ketika MSG menyentuh lidah, ia akan merespons otak dan membuatnya kecanduan. Kemudian, Anda akan segera menghabiskan makanan ber-MSG yang ada di tangan Anda. MSG itu seakan-akan menghipnosis Anda, dan rasa kenyang pun tidak akan muncul.

Setelah itu, Anda pasti akan ketagihan dengan makanan ber-MSG yang telah Anda makan. Bukankah banyak orang yang membeli makanan ringan untuk menonton film tetapi ia menghabiskannya sebelum film dimulai? Jangan heran! Semua ini adalah hal-hal yang terjadi di sekitar kita, dan penyebab utamanya adalah MSG.



 Bagaimana MSG memengaruhi otak?

Glutamat adalah asam amino yang terdapat dalam makanan secara alami. Namun, glutamat tidak memiliki sifat penyedap rasa. Sementara itu, monosodium glutamat (MSG) diperoleh dengan cara melarutkan glutamat menjadi garam. Karena tubuh manusia tidak dapat membedakan antara MSG dan glutamat alami, MSG dan glutamat alami dimetabolisme dengan cara yang sama. Akan tetapi, karena berbentuk garam natrium, MSG larut lebih cepat daripada asam glutamat.

 Makanan yang mengandung MSG dapat meningkatkan rasa makanan dengan cara merangsang reseptor rasa yang terdapat pada lidah secara intens. Rasa kenyang tidak akan muncul, dan perilaku makan tidak dapat dikontrol. Mari kita teliti hal ini lebih dekat lagi. Nukleus arkuata yang terletak di hipotalamus pada otak manusia adalah pusat rasa lapar dan kenyang. Ketika Anda merasa "lapar" atau "kenyang, yang memberi perintah itu kepada Anda adalah nukleus arkuata. Namun, MSG menyebabkan nekrosis (kematian jaringan) parah pada bagian pusat ini. Ketika nukleus arkuara rusak, seseorang tidak bisa merasa kenyang dan akan selalu merasa lapar. Setelah itu, dia akan kecanduan makanan yang mengandung MSG karena rasa umaminya yang tinggi dan pusat rasa kenyang orang itu juga sudah rusak.

Efek MSG pada manusia tidak terbatas pada hal ini Konsumsi MSG yang berlebihan dapat menimbulkan efek-efek lain seperti nyeri dada, sakit kepala, muka memerah, sesak napas, edema, dan berkeringat. Keinginan makan lebih banyak dan lebih sering dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, gangguan fungsi ginjal, perlemakan hati, dan hipertensi. Hal ini juga diketahui dapat menyebabkan disfungsi genetik pada sel genitalia.

 Dalam salah satu penelitian pertama mengenai MSG pada tahun 1976, tikus-tikus diberi 3 mg MSG per gram berat badannya pada satu minggu setelah lahir, lalu ditemukan bahwa 16% dari subjek berhenti menyusu dari induknya sampai akhirnya mati, dan 90% sisanya mengalami obesitas. Selain itu, MSG diketahui juga dapat menyebabkan hilangnya penglihatan dengan merusak sel-sel mata dan menyebabkan kematian jaringan di bagian-bagian penting pada otak. Dalam penelitian yang dilakukan pada tikus untuk mempelajari efek MSG, terlihat bahwa MSG dapat merusak mekanisme pembelajaran dan memori dengan mengurangi tingkat katekolamin, dapat menyebabkan kerusakan jaringan oksidatif di hati, serta mengurangi gerakan lokomotor sehingga menyebabkan hipoaktivitas (aktivitas rendah), kecemasan, dan depresi. Efek-efek MSG pada tikus itu menunjukkan kesamaan dengan yang terlihat pada manusia saat ini, yaitu kurang aktif bergerak, memiliki kemampuan belajar yang rendah, serta rentan terhadap kecemasan dan depresi.

Mengingat angka obesitas akibat makan berlebihan yang makin meningkat setiap harinya, tidak salah jika dikatakan bahwa zat yang menyeragamkan manusia di seluruh dunia adalah MSG. Sekali lagi, jangan khawatir, Anda tidak akan mati jika Anda tidak mengonsumsi MSG.

(sumber insan dan hayat)

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home