Monday, August 28, 2017

Profil

PROFIL PENULIS




Bismillahirrahmanirrahim.....
Assalmualaikum warahmatullahi wabarakatuh........ 
Salam kenal nama saya Hamas Abthal. Sering di panggil hamas, hamas bin syukri, Abthal Al-husein, Abthal. nama itu diberikan oleh kedua orang tua dengan sanad hamas bin syukri bin husein bin bayak bin tayak. Bagi saya nama merupakan doa sekaligus bingkisan yang menggambarkan jati diri, karakter hingga kehormatan.
Pendidikan yang saya tempuh mulai dari sekolah dasar tahun 2002  beriringan dengan TPA pulau banyak aceh singkil. setelah itu saya melanjutkan pendidikan di SMP negeri 1 pasie raja aceh selatan di tanah kelahiran selama 3 tahun sambil mondok di pesantren Ihya Ulumuddin. kemudian saya pergi merantau untuk melanjutkan pendidikan di sekolah menengah atas islam terpadu Al-fityan boarding school aceh besar selama 3 tahun. Pada tahun 2014 saya melanjutkan pendidikan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh selama 5 tahun dengan gelar Sarjana Pendidikan, sambil menimba ilmu di universitas, saya juga ikut mondok di ponpes Sulaimaniyah sultan selahaddin Aceh. Tahun 2019 saya berangkat ke turki untuk melanjutkan pendidikan dan kembali ke indonesia pada tahun 2023.


Labels:

MAKALAH SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN

MAKALAH SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN


KATA PENGANTAR

Puji syukur yang dalam penulis ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nyalah makalah ini dapat penulis selesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam makalah ini, penulis membahas mengenai “Sarana dan Prasarana dalam Pendidikan”. Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Proses penyusunan makalah ini, tentunya penulis mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi, dan saran. Untuk itu rasa terima kasih yang dalam penulis kepada yang terhormat : kepada dosen yang telah membimbing kami dalam membuat proses pembuatan makalah,dan kepada kawan-kawan semua.
Hanya kepada Tuhan Maha Kuasa jualah penulis memohon doa sehingga bantuan dari berbagai pihak bernilai ibadah. Penulis menyadari bahwa sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan dan kekurangan sehingga hanya yang demikian sajalah yang dapat penulis berikan. Penulis juga sangat mengaharapkan kritikan dan saran dari para pembaca sehingga penulis dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam penyusunan makalah selanjutnya. Demikian makalah ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin. 

BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang Masalah
Sekolah merupakan sebuah aktifitas besar yang di dalamnya ada empat komponen yang saling berkaitan. Empat komponen yang dimaksud adalah Staf Tata Laksana Administrasi, Staf Teknis Pendidikan didalamnya ada Kepala Sekolah dan Guru, Komite sekolah sebagai badan independent yang membantu terlaksananya operasional pendidikan, dan siswa sebagai peserta didik yang bisa ditempatkan sebagai konsumen dengan tingkat pelayanan yang harus memadai. Hubungan keempatnya harus sinergis, karena keberlangsungan operasioal sekolah terbentuknya dari hubungan “simbiosis mutualis” keempat komponen tersebut karena kebutuhan akan pendidikan demikian tinggi, tentulah harus dihadapi dengan kesiapan yang optimal.

Suatu lembaga akan dapat berfungsi dengan memadai kalau memiliki sistem manajemen yang didukung dengan sumber daya manusia (SDM), dana/biaya, dan sarana-prasarana. Sekolah sebagai satuan pendidikan juga harus memiliki tenaga (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga administratif, laboran, pustakawan, dan teknisi sumber belajar), sarana (buku pelajaran, buku sumber, buku pelengkap, buku perpustakaan, alat peraga, alat praktik, bahan dan ATK, perabot), dan prasarana (tanah, bangunan, laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga), serta biaya yang mencakup biaya investasi (biaya untuk keperluan pengadaan tanah, pengadaan bangunan, alat pendidikan, termasuk buku-buku dan biaya operasional.
Manajemen sekolah akan efektif dan efisien apabila didukung oleh sumber daya manusia yang profesional untuk mengoperasikan sekolah, kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakteristik siswa, kemampuan dan commitment (tanggung jawab terhadap tugas) tenaga kependidikan yang handal, dan semuanya itu didukung sarana-prasarana yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar, dana yang cukup untuk menggaji staf sesuai dengan fungsinya, serta partisipasi masyarakat yang tinggi. Bila salah satu hal diatas tidak sesuai dengan yang diharapkan atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka efektivitas dan efisiensi pengelolaan sekolah kurang optimal. Dengan demikian harus ada keseimbangan antara komponen-komponen diatas. Untuk mencapai keseimbangan tersebut, diperlukan pengelola yang mengerti dan memahami prinsip-prinsip dalam pegelolaan sarana prasarana sekolah untuk tercapainya tujuan pendidikan tertentu.
Agar sarana pendidikan dapat difungsikan dengan baik, maka diperlukan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan, maka sekolah akan mampu mengelola sarana dan prasarana pendidikan secara lebih terkonsep dan terarah

B.            Rumusan Masalah
Bedasar latar belakang masalah di atas dapat kita rumuskan maslah sebagai berikut :
1.    Apa yang dimaksud dengan Sarana dan prasarana pendidikan?
2.    Mengapa sarana dan prasarana sangat penting dalam sebuah pendidikan?
3.    Siapa yang mengelola sarana prasarana dalam sebuah lembaga pendidikan?
4.    Bagaimana sarana prasarana itu dapat dikatakan standar dalam pendidikan?
5.    Kapan sarana prasarana digunakan dalam proses belajar mengajar ?

C.           Tujuan penulisan
Tujuan dari  penulisan makalah ini dapat di uraikan sebagai berikut :
1.    Agar dapat memahami pengertian dari sarana prasarana pendidikan.
2.    Mengetahui pentingnya sarana prasarana dalam pendidikan.
3.    Memahami bagaimana proses pengelolaan sarana prasarana pendidikan.
4.    Mengetahui standar sarana prasarana dalam sebuah lembaga pendidikan.
Dapat menggunakan sarana dan prasarana sesuai dengan prosedur.

              BAB II
PEMBAHASAN

A.           Pengertian Sarana dan Prasarana Pendidikan
Prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang proses pendidikan di sekolah. Dalam pendidikan misalnnya lokasi atau tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, ruang dan sebagainya. Sedangkan sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti:buku, papan tulis, kursi, meja dan sebagainya. Sedangkan menurut keputusan menteri P dan K No.079/1975, sarana pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu:
a.    Bangunan dan perabot sekolah.
b.    Alat pelajaran yang terdiri dari pembukauan dan alat-alat peraga dan labolatarium.
c.    Media pendidikan yang dapat dikelompokan menjadi audiovisual yang menguanakan alat  penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil.
Adapun yang bertanggungjawab tentang sarana dan prasarana pendidikan adalah para pengelola administrasi pendidikan. Secara mikro atau sempit maka kepala sekolah bertanggung jawab masalah ini, seperti :
a.      Hubungan antara peralatan dan pengajaran dengan program pengajaran.
            b.    Tanggung jawab kepala sekolah dan kaitannya dengan pengurusan dan  prosedur.
c.     Beberapa pedoman administrasi peralatan.
d.    Administrasi gedung dan perlengkapan sekola.
Dari beberapa uraian diatas, manajemen sarana dan prasarana pendidikan dapat didefinisikan sebagai proses kerja sama pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan secara efektif dan efisien.( Bafadal,2003). Definisi ini menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang ada di sekolah perlu didayagunakan dan dikelola untuk kepentingan proses pembelajaran di sekolah.
Pengelolaan itu dimaksudkan agar dalam menggunakan sarana dan prasarana di sekolah bisa berjalan dengan efektif dan efisien. Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang amat penting di sekolah, karena keberadaannya akan sangat mendukung terhadap suksesnya proses pembelajaran disekolah.
Dalam mengelola sarana dan prasarana di sekolah dibutuhkan suatu proses sebagaimana terdapat dalam manajemen yang ada pada umumnya, yaitu : mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pemeliharaan dan pengawasan. Apa yang dibutuhkan oleh sekolah perlu direncanakan dengan cermat berkaitan dengan sarana dan prasarana yang mendukung semua proses pembelajaran. Sarana pendidikan ini berkaitan erat dengan semua perangkat, peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses belajar mengajar. Sedangkan prasarana pendidikan berkaitan dengan semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah seperti ; ruang, perpustakaan, kantor sekolah, UKS, ruang osis, tempat parkir, dan ruang laboratorium.
Dalam  UU Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional )  No. 20 Tahun 2003 pasal 47 ayat 2 dinyatakan bahwa sumber pendanaan pendidikan adalah dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dana dari pemerintah pusat dianggarakan dalam Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  Alokasi dana pendidikan dalam APBN setiap tahun mengalami peningkatan. Sedangkan pasal 49 menyatakan bahwa pemerintah (pusat maupun daerah) harus mengalokasikan minimal 20% anggarannya untuk keperluan sektor pendidikan di luar gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan. Dana penyelenggaraan pendidikan tidak cukup hanya dari APBN. Pihak sekolah juga harus menggalang dana dari orang tua murid. Karena dana penyelenggaraan pendidikan ini bersumber dari pihak lain, pengelola dana sudah sepantasnya mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan itu.
Pengawasan sarana dan prasarana merupakan kegiatan pengamatan, pemerikasaan dan penilaian terhadap pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana sekolah. Hal ini untuk menghindari penggelapan, penyimpangan atau penyalahgunaan. Pengawasan dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana tersebut. Pengawasan dapat dilakukan oleh kepala sekolah atau aparat lain yang berwenang.

B.            Jenis-jenis dan Fungsi Sarana Prasarana Pendidikan
Fasilitas pengajaran (sarana dan prasarana) dan kompetensi profesional yang dimiliki oleh seorang guru pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama yakni bagaimana membuat siswa merasa nyaman dan dapat memotivasi siswa dalam belajar, sehingga proses belajar dapat berjalan dengan lancar dan berhasil sesuai yang diharapkan yaitu dapat meningkatkan prestasi siswa.Sarana pendidikan diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu habis tidaknya dipakai, bergerak tidaknya pada saat digunakan, dan ditinjau dari hubungannya dengan proses belajar mengajar.

1.             Ditinjau dari Habis Tidaknya Dipakai
Dilihat dari habis tidaknya dipakai, ada dua macam sarana pendidikan, yaitu sarana pendidikan yang habis dipakai dan sarana pendidikan tahan lama.
·      Sarana pendidikan yang habis dipakai adalah segala bahan atau alat yang apabila digunakan bisa habis dalam waktu yang relatif singkat. Contoh, kapur tulis, beberapa bahan kimia untuk praktik guru dan siswa, dan sebagainya.Selain itu, ada sarana pendidikan yang berubah bentuk, misalnya kayu, besi, dan kertas karton yang sering digunakan oleh guru dalam mengajar. Contoh: pita mesin ketik/komputer, bola lampu, dan kertas.
·      Sarana pendidikan tahan lama adalah keseluruhan bahan atau alat yang dapat digunakan secara terus menerus dan dalam waktu yang relatif lama. Contoh, bangku sekolah, mesin tulis, atlas, globe, dan beberapa peralatan olahraga.

2.             Bergerak Tidaknya Saat Digunakan
Ditinjau dari bergerak tidaknya pada saat digunakan, ada dua macam sarana pendidikan, yaitu             sarana pendidikan yang bergerak dan sarana pendidikan tidak bergerak.
·      Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindah sesuai dengan kebutuhan pemakainya, contohnya: almari arsip sekolah, bangku sekolah, dan sebagainya.
·      Sarana pendidikan yang tidak bergerak adalah semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat sulit untuk dipindahkan, misalnya saluran dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

3.             Ditinjau dari hubungannya dengan Proses Belajar Mengajar
Sarana Pendidikan dibedakan menjadi 3 macam bila ditinjau dari hubungannya dengan proses            belajar mengajar, yaitu: alat pelajaran, alat peraga, dan media pengajaran.
·  Alat pelajaran adalah alat yang digunakan secara langsung dalam proses belajar mengajar, misalnya buku, alat tulis, dan alat praktik.
·  Alat peraga adalah alat pembantu  pendidikan dan pengajaran, dapat berupa perbuatan-perbuatan atau benda-benda yang mudah memberi pengertian kepada anak didik berturut-turut dari yang abstrak sampai dengan yang konkret.
·   Media pengajaran adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar, untuk lebih mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pendidikan. Ada tiga jenis media, yaitu media audio, media visual, dan media audio visual.

Adapun prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu:
1.             Prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar, seperti ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktik keterampilan, dan ruang laboratorium.
2.             Prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar, tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar, misalnya ruang kantor, kantin sekolah, tanah dan jalan menuju sekolah, kamar kecil, ruang usaha kesehatan sekolah, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan tempat parkir kendaraan.

C.           Pengelolaan Sarana Prasarana Pendidikan  
1.             Perencanaan sarana pendidikan
Penentuan kebutuhan merupakan perencanaan pengadaan sarana pendidikan yang diperlukan dalam penyelenggaraan pendidikan. Sebelum mengadakan alat-alat tertentu atau fasilitas pendidikan terlebih dahulu harus melalui prosedur yang benar, yaitu melihat dan memeriksa kembali keadaan dan kekayaan yang telah ada, agar tidak terjadi sarana pendidikan yang mubazir, seperti pengadaan kembali sarana yang masih memadai dari segi kuantitas maupun kualitas atau pengadaan alat-alat yang tidak diperlukan dalam penyelenggaraan pendidikan. Setelah melalui prosedur yang benar, baru bisa ditentukan jenis sarana yang diperlukan berdasarkan kepentingan pendidikan di sekolah bersangkutan.
 Penentuan sarana pendidikan sekolah juga harus mempertimbangkan siapa-siapa saja yang memfasilitasi atau membiayai pengadaan sarana tersebut. Pihak sekolah bisa mengajukan permohonan pengadaan sarana pendidikan kepada istansi atasan seperti kepada pemerintah melalui Disdikpora provinsi, kabupaten/kota, bisa juga kepada pihak komite sekolah mengajukan RAPBS (Rencana Anggaran Penerimaan dan Belanja Sekolah) pada waktu awal tahun pelajaran atau mungkin sumbangan dari masyarakat. Apabila pengajuan pengadaan sarana pendidikan tersebut hanya sebagian yang disetujui, maka harus menentukan sekala prioritas atau sarana yang paling penting dan mendesak diperlukan dalam penyelenggaraan pendidikan. Untuk memudahkan mengetahui sarana yang paling penting dan mendesak dalam keperluan pendidikan, maka pada daftar pengadaan sarana harus diurut dari nomor terkecil untuk sarana/fasiltas yang paling penting atau mendesak kemudian diikuti sarana yang lain sesuai dengan tingkat kepentingan.
Akhir-akhir ini telah banyak teoritisi mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan perlengkapan pendidikan di sakolah, antara lain adalah seorang teoritisi administrasi pendidikan, yaitu Jame J. Jones (1969). Jones menegaskan bahwa perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah di awali dengan menganalisis jenis pengalaman pendidikan yang di berikan di sekolah itu. Janes mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan sekolah sebagai berikut :
·      Menganalisis kebutuhan pendidikan suatu masyarakat dan menetapakan program untuk masa yang akan datang sebagai dasar untuk mengevaluasi keberadaan fasilitas dan membuat model perencanaan perlengkapan yang akan datang. 
·      Melakuakan survei keseluruh unit sekolah untuk menyususun master plan untuk jangka waktu tertentu.
·      Memilih kebutuhan utama berdasarkan hasil survei.
·    Mengembangkan educational specification untuk setiap proyek yang terpisah-pisah dalam usaha master plan. 
·  Merancang setiap proyek yang terpisah-pisah sesuai dengan spesifikasi pendidikan yang diusulkan.
·  Mengembangkan dan menguatkan tawaran atau kontrak dan melaksanakan sesuai dengan gambaran kerja yang diusulkan.
·      Melenkapi perlengkapan gedung dan meletakannya sehingga siap untuk digunakan.
2.             Penyimpanan Sarana Dan Prasarana Pendidikan
Penyimpanan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menampung hasil pengadaan dan umumnya barang tersebut adalah milik negara pada wadah/tempat yang telah disediakan. Penyimpanan sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan menyimpan suatu barang baik berupa perabot, alat tulis kantor, surat-surat maupun barang elektronik dalam keadaan baru ataupun sudah rusak yang dapat dilakukan oleh seorang beberapa orang yang ditunjuk atau ditugaskan pada lembaga pendidikan. Aspek yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan adalah aspek fisik dan aspek administratif.
Aspek fisik dalam penyimpanan adalah wadah yang diperlukan untuk menampung barang milik negara berasal dari pengadaan. Aspek ini biasa disebut gudang, yang dapat dibedakan menjadi:
·    Gudang pusat, yaitu gudang yang diperlukan untuk menampung barang hasil pengadaan yang terletak pada unit. Biasanya gudang pusat juga digunakan untuk menyimpan barang yang akan dijadikan stok/persediaan
·    Gudang penyalur, yaitu gudang yang digunakan untuk menyimpan barang sementara sebelum disalurkan ke unit atau satuan kerja yang membutuhkan.
· Gudang transit, yaitu gudang yang digunakan untuk menyimpan barang sementara sebelumdisalurkan ke unit atau satuan kerja yang membutuhkan.
·    Gudang pemakai, yaitu gudang yang digunakan untuk meyimpan barang-barang yang akan dan telah digunakan dalam pelaksanaan kegiatan.

3.             Penataan barang barang tidak habis pakai.
Yaitu dengan cara mengatur barang yang ada dengan memberikan nomor dan kode pada barang tersebut sesuai dengan sandi yang berlaku. Hal ini dilakukan agar petugas dan pemakai lebih mudah memakai dan mengawasi pemakaiannya.

D.           Sarana dan Prasarana Dalam Proses Belajar Mengajar
Pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi membuat adanya perubahan dalam pendidikan. Mulai dari perubahan sarana dan prasarana belajar sekolah yang diharuskan sesuai dengan standar sehingga tujuan pembelajaran siswa di sekolah dapat dicapai secara efisien. Perubahan juga terjadi pada metode belajar siswa, dari metode konvensional sampai metode belajar siswa aktif, perubahan metode pembelajaran tersebut juga harus diimbangi dengan fasilitas-fasilitas sekolah yang mendukung.
Penentukan keberhasilan suatu pendidikan ialah guru. Seorang guru yang  profesional memiliki kewajiban untuk mengetahui fasilitas apa saja yang diperlukan oleh seorang siswa dalam proses belajar, mulai dari sarana dan prasarana yang memadai seperti ruang kelas yang menyenangkan, meja kursi yang memadai, media belajar yang cukup dan dapat menunjang kegiatan belajar siswa.
Menurut Nawawi (1987), dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar, ada dua jenis sarana pendidikan. Pertama, sarana pendidikan yang secara langsung digunakan dalam proses belajar mengajar. Sebagai contonya adalah kapur tulis, atlas dan sarana pendidikan lainnya yang digunakan guru dalam mengajar. 
Kedua, sarana pendidikan yang secara tidak langsung berhubungan dengan proses belajar mengajar, seperti lemari arsip di kantor sekolah merupakan sarana pendidikan yang secara tidak langsung digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. 
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian sarana atau materi pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.Penggunaan sarana pengajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Di samping membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pengajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. 
Jenis peralatan dan perlengkapan yang di sediakan di sekolah dan cara-cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap program mengajar–belajar. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar-mengajar. Demikian pula administrasinya yang jelek akan menurangi kegunaan alat-alat dan perlengkapan tersebut, sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa.
Titik berat dalam hal ini adalah kepada belajar yang dikaitkan dengan masalah-masalah dan kebutuhan serta kegunaan hasil belajar nanti di dalam kehidupannya. Karena penyediaan sarana pendidikan di suatu sekolah haruslah di sesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa-masa mendatang.

E.            Standar Sarana Prasarana Pendidikan
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Standar sarana dan prasarana merupakan kebutuhan utama sekolah yang harus terpenuhi sesuai dengan amanat Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003, PP No 19 tahun 2005, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 tahun 2007. Selain itu, juga harus memenuhi dari ketentuan pembakuan sarana dan prasarana pendidikan yang telah dijabarkan dalam:
1.    Keputusan Mendiknas Nomor 129a/U/2004 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan;
2.    Pembakuan Bangunan dan Perabot Sekolah Menengah Pertama Tahun 2004 dari Direktorat Pembinaan SMP; dan
3.    Panduan Pelaksanaan dan Panduan Teknis Program Subsidi Imbal Swadaya: Pembangunan Ruang Laboratorium Sekolah Tahun 2007 dari Direktorat Pembinaan SMP. Standar sarana dan prasarana pendidikan yang dimaksudkan di sini baik mengenai jumlah, jenis, volume, luasan, dan Iain-lain sesuai dengan kategori atau tipe sekolahnya masing-masing.

Landasan hukum dikeluarkannya standar sarana dan prasarana yaitu berdasarkan Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 Bab XII Pasal 45 tentang Sarana dan Prasarana Pendidikan berbunyi :
1.    Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik.
2.    Ketentuan mengenai penyediaan sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

BAB III
KESIMPULAN

A.           Penutup
Prasarana pendidikan merupakan semua komponen yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses belajar mengajar di sekolah atau perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung yang menunjang proses pendidikan di sekolah. Sedangkan sarana adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan atau alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan.
Fungsi fasilitas atau sarana prasarana pendidikan adalah membuat siswa merasa nyaman dan dapat memotivasi siswa dalam belajar, sehingga proses belajar dapat berjalan dengan lancar dan berhasil sesuai yang diharapkan yaitu dapat meningkatkan prestasi siswa.

B.            Saran
Kita sebagai seorang calon pendidik diharapkan mampu mengelolah atau menggunakan sarana prasarana dalam proses belajar mengajar agar siswa dapat memahami dan aktif dalam lingkungan sekolahnya. Begitu juga saat menggunakan sarana pendidikan harus kita sesuaikan dengan kriteria siswa yang dididik. Dengan adanya makalah ini penulis mengharapkan apabila ada kesalahan dalam penulisan agar memberi tahu penulis. Karena segala kekurangan datang dari kita dan kebenaran dari Allah SWT.





DAFTAR PUSTAKA

Abdullah Nasih Ulwan, Pendidikan Anak Menurut Islam, Jakarta: Pustaka Amami, 1999.

Abudin Nata, Metodologi Studi Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999.
Abu Ahmadi, Noor Salimi, Dasar-Dasar Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Bumi Aksara,                    1994.
Mahmud, Tedi Priatna, Pemikiran Pendidikan Islam, Bandung: Sahifa, 2005.
luluvikar.files.wordpress.com/2011/05/skripsi-tuti.pdf.
adjhis.wordpress.com/2011/06/menggapai-nilai-edukasi-ibadah-ramadhan.

Labels:

Sunday, August 27, 2017

MAKALAH UNSUR-UNSUR KIMIA DALAM ORGANISME

UNSUR-UNSUR KIMIA DALAM ORGANISME


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji hanya milik Allah Swt Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga kami yang di beri tugas dapat menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya . Salawat beserta salam kami curahkan kepada suri tauladan seluruh alam, baginda Muhammad Saw.
Dalam pembuatan makalah yang berjudul “Unsur-Unsur Kimia Dalam Organisme”. Kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu kami berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua dan dosen pembimbing yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan yang begitu besar sehingga kami mampu menyusun makalah ini semaksimal mungkin. Kami selaku penulis selalu berharap tidak ada yang kurang dari pembuatan makalah ini, tapi pasti selalu ada yang kurang.
            Oleh sebab itu, kami mengharapkan kritik dan saran agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata kami  berharap agar makalah ini dapat bermanfat  bagi semua pembaca.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

       Tahukah anda, bahwa di dalam tubuh manusia terdiri atas dari ribuan bahkan jutaan sel. Sel-sel itu sendiri seluruhnya adalah terdiri dari unsur-unsur kimia yang banyak jenis atau macamnya. Unsur-unsur kimia tersebut berkelompok-kelompok menjadi satu, bercampur, dan bereaksi serta berinteraksi antara unsur yang satu dengan unsur yang lain, yang membentuk suatu susunan yang rumit tetapi terorganisasi dengan rapi. Kombinasi yang demikian itu banyak jumlahnya dan beraneka ragam macamnya.
      Di dalam tubuh kita sendiri ataupun makhluk hidup yang lain terdapat unsur-unsur penyusun, yakni unsur  makro dan unsur mikro yang dimana unsur-unsur tersebut telah memiliki persentase dan fungsinya masing-masing dalam tubuh organisme tersebut. Oleh karena itu unsur-unsur kimialah yang sebenarnya merupakan bangunan dasar dalam tubuh kita dan makhluk hidup lain.
       Selain itu dengan mempelajari pentingnya unsur-unsur kimiawi dalam organisme, kita juga dapat mengambil sebuah pelajaran dan pengetahuan serta dapat menyadari bahwa betapa besarnya keagungan Tuhan Yang Maha Esa atas segala ciptaannya.
 Rumusan Masalah
  1. Bagaiman penulisan zat kimia dalam tubuh organisme?
  2. Bagaimanakah peranan zat anorganik dalam tubuh organisme?
  3. Apasaja macam-macam zat organik dengan rumus kimianya dalam tubuh organisme?
 Tujuan Penulisan 

  1. Mengetahui penulisan zat kimia dalam tubuh organisme.
  2. Mengetahui peranan zat anorganik dalam tubuh organisme.
  3. Mengetahui macam-macam zat organik dengan rumus kimianya dalam tubuh organisme.
  4. Mengetahui perbedaan molekul DNA dan RNA.
BAB II
PEMBAHASAN

UNSUR-UNSUR KIMIA DALAM ORGANISME

Organisme tersusun dari materi, yaitu segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Materi terdapat dalam berbagai bentuk, masing-masing dengan karakternya sendiri-sendiri. Unsur merupakan bahan yang tidak dapat dipecah lagi menjadi bagian lain dengan reaksi kimiawi. unsur-unsur tersebut adalah C (karbon), O2 (Oksigen), H (Hidrogen), N (Nitrogen), Fe (Besi) dan lain-lain.
      
       Para kimiawan mengenal 92 unsur yang terdapat di alam secara alami. Kira-kira 25 dari 92 unsur alami, diketahui penting untuk kehidupan. Empat unsur yaitu karbon (C), oksigen (O), hidrogen (H) dan nitrogen (N) adalah unsur penyusun 96% materi hidup. Fosfor (P), sulfur (S), kalsium (Ca) dan kalium (K) merupakan bagian terbesar dari 4% unsur yang tersisa dalam berat organisme.

Selain unsur makro di atas, didalam organisme terdapat unsur-unsur mikro. Unsur mikro hanya terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit atau hanya dimiliki oleh beberapa organisme tertentu. Misalnya pada manusia, unsur iodin (I) merupakan bahan utama penyususun hormon yang diproduksi kelenjar tiroid. Tetapi jumlah harian iodin sebanyak 0,15 miligram sudah cukup untuk kegiatan normal tiroid manusia. Tabel di bawah ini memuat unsur yang membentuk tubuh manusia dalam presentase.

Tabel 1. Unsur yang terdapat dalam tubuh manusia

UNSUR YANG TERDAPAT SECARA ALAMI DALAM TUBUH MANUSIA
Lambang
Unsur

Nomor

Atom
O
C
H
N
Ca
P
K
S
Na
Cl
Mg
Oksigen
Karbon
Hidrogen
Nitrogen
Kalsium
Fosfor
Kalium
Sulfur
Natrium
Klorin
Magnesium
8
6
1
7
20
15
19
16
11
17
12
65,0
18,5
9,5
3,3
1,5
1,0
0,4
0,3
0,2
0,2
0,1


A. ZAT-ZAT ANORGANIK

Zat- zat anorganik adalah zat-zat yang sukar bahkan tidak bisa diuraikan oleh bakteri pengurai atau dekomposer. Zat- zat anorganik  antara lain adalah :

Air dan Kelembapan
Air merupakan komponen utama yang berperan dalam proses proses fotosintesis dan respirasi, air berperan juga sebagai pelarut mineral dan karbohidrat yang diserap oleh tumbuhan. Air bertanggung jawab sebagai medium yang berperan dalam beberapa reaksi biokimia yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan. Kecepatan rata-rata air akan berpengaruh langsung terhadap kecepatan rata-rata transpirasi tumbuhan. Jika angin bertiup maka kelembaban menurun tetapi transpirasi meningkat.

Suhu
Suhu sangat berperan penting dalam pertumbuhan pada tumbuhan karena suhu berpengaruh terhadap kerja enzim yang terlibat dalam proses-proses metabolisme di dalam sel tumbuhan.

Mineral
  Mineral merupakan komponen yang diperlukan dalam jumlah kecil tetapi penting peranannya dalam metabolisme tubuh. Mineral merupakan salah satu zat yang diekskresikan berupa keringat melalui pori-pori tubuh. Garam yang terlarut dalam air digunakan sebagai elektrolit dalam tubuh.

Asam Klorida
Asam klorida (HCl) merupakan unsur utama dalam asam lambung. Asam klorida berguna untuk mengasamkan kandungan dalam lambung. Ion H+ dan ion Cl-disekresikan secara terpisah dalam perut. Asam klorida berfungsi untuk membantu pencernaan makanan dan mencegah mikroorganisme lain masuk lebih jauh ke dalam usus.
Selain zat-zat diatas masih banyak lagi zat anorganik yang terdapat di dalam organisme, seperti karbon dioksida, amonia dan lain lain.


B. ZAT-ZAT ORGANIK.

Zat organik adalah zat yang pada umumnya merupakan bagian utama  dari binatang atau  tumbuhan, dengan komponen utamanya adalah karbon (C), hydrogen (H)dan oksigen (O). Zat organik meliputi   karbohidrat, lemak, protein, asam nukleat dan zat organik lainnya. Zat organik ini mudah sekali mengalami pembusukkan oleh bakteri dengan menggunakan oksigen terlarut.

1.       Karbohidrat

Karbohidrat  mengandung atom karbon, hidrogen dan oksigen. Contoh karbohidrat adalah glukosa. Glukosa ini merupakan sumber energi atau bahan bakar terpenting bagi organisme hidup. Glukosa ini juga merupakan monomer atau unit/satuan penyusun polimer karbohidrat seperti pati dan selulosa. Pati yang merupakan polimer dari glukosa, ada 2 macam yaitu amilosa dan amilopektin. Pati tidak dapat larut dalam air jadi dapat dimanfaatkan sebagai depot penyimpanan glukosa. Tumbuhan yang kelebihan glukosa akan merubahnya menjadi pati sebagai makanan cadangan. Pati banyak terdapat dalam kentang, padi, jagung dan gandum. Seperti halnya dengan pati, selulosa adalah suatu polisakarida dengan glukosa sebagai monomernya. Tetapi bentuk ikatan antar glukosanya berbeda dengan ikatan antar glukosa pada pati. Ikatan antar glukosa pada selulosa sedemikian rupa menghasilkan suatu molekul yang panjang, lurus, kaku dan rapat, sehingga selulosa berbentuk rangkaian serat yang panjang dan kaku, suatu bahan baku yang sempurna sebagai penyusun dinding sel tumbuhan.

Klasifikasi Karbohidrat:

a.      Monosakarida
Terdiri atas 3-6 atom C dan zat ini tidak dapat lagi dihidrolisis oleh larutan asam dalam air menjadi karbohidrat yang lebih sederhana dan zat ini tidak lagi dapat dihidrolisis oleh larutan asam dalam air menjadi karbohidrat yang lebih sederhana. Umumnya memiliki rumus molekul yang merupakan beberapa kelipatan CH2O. Glukosa    (C 6H12O6), Monosakarida yang paling umum, memiliki peran penting yang utama dalam kimia kehidupan. Berikut macam-macam monosakarida : dengan ciri utamanya memiliki jumlah atom C berbeda-beda :

triosa (C3), tetrosa (C4), pentosa (C5), heksosa (C6), heptosa (C7).
Triosa : Gliserosa, Gliseraldehid, Dihidroksi aseton
Tetrosa : threosa, Eritrosa, xylulosa
Pentosa : Lyxosa, Xilosa, Arabinosa, Ribosa, Ribulosa
Hexosa : Galaktosa, Glukosa, Mannosa, fruktosa
Heptosa : Sedoheptulosa

b.      Disakarida
senyawanya terbentuk dari 2 molekul monosakarida yg sejenis atau tidak. Disakarida dapat dihidrolisis oleh larutan asam dalam air sehingga terurai menjadi 2 molekul monosakarida. Disakarida dapat dihidrolisis oleh larutan asam dalam air sehingga terurai menjadi 2 molekul monosakarida. Terdiri atas dua monosakarida yang dihubungkan oleh suatu ikatan glikosidik (ikatan kovalen yang terbentuk antara dua monosakarida melalui reaksi dehidrasi). Misalnya maltosa, merupakan suatu disakarida yang dibentuk melalui penyatuan dua molekul glukosa, juga dikenal dengan gula malto. Laktosa, gula yang ditemukan dalam susu, merupakan disakarida lain, yang terdiri atas sebuah  molekul glukosa yang berikatan dengan sebuah molekul galaktosa. Disakarida yang paling banyak di alam adalah sukrosa, yaitu gula yang sehari-hari kita konsumsi. Kedua monomernya adalah glukosa dan fruktosa. Tumbuhan umumnya mengangkut karbohidrat dari daun ke akar dan ke organ non-fotosintetik lainnya dalam bentuk sukrosa.

hidrolisis : terdiri dari 2 monosakatida
sukrosa : glukosa + fruktosa (C 1-2)
maltosa : 2 glukosa (C 1-4)
trehalosa ; 2 glukosa (C1-1)
Laktosa ; glukosa + galaktosa (C1-4)

      c.       Oligosakarida
Senyawa yang terdiri dari gabungan molekul2 monosakarida yang banyak gabungan dari 3 – 6 monosakarida dihidrolisis : gabungan dari 3 – 6 monosakarida misalnya maltotriosa

      d.      Polisakarida
Senyawa yang terdiri dari gabungan molekul- molekul  monosakarida yang banyak jumlahnya yang dihubungkan dengan ikatan glikosidik, senyawa ini bisa dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida. Polisakarida merupakan jenis karbohidrat yang terdiri dari lebih 6 monosakarida dengan rantai lurus/cabang.. Beberapa di antara polisakarida berfungsi sebagai materi simpanan atau cadangan, yang nantinya ketika diperlukan akan dihidrolisis untuk menyediakan gula bagi sel. Polisakarida lain berfungsi sebagai materi pembangun (penyusun) untuk struktur yang melindungi sel atau keseluruhan organisme. Arsitektur dan fungsi suatu polisakarida ditentukan oeh monomer gulanya dan oleh posisi ikatan glikosidiknya. Contoh dari polisakarida adalah amilum, selulosa, glikogen dan dekstrin.

2. Lemak/Lipid

Lemak mengandung sejumlah besar atom karbon, hidrogen, serta oksigen, dan kadang kala ditambah Nitrogen dan Posfor. Di dalam sel terdapat bermacam jenis lipid, di antaranya adalah lemak, fosfolipid dan steroid. Lemak, baik lemak jenuh (yang berasal dari hewan) maupun lemak tak jenuh (yang berasal dari minyak tumbuhan) merupakan sumber cadangan energi bagi organisme hidup. Satu gram cadangan lemak memiliki kandungan energi dua kali lipat dibanding dengan satu gram polisakarida, seperti pati. Manusia dan mamalia lain menumpuk cadangan makanan jangka panjangnya dalam sel-sel lemak atau adiposa, yang membengkak dan mengkerut ketika lemak disimpan atau dibebaskan dari cadangan penyimpanan. Selain tempat penyimpanan energi, jaringan adiosa juga berfungsi sebagai bantalan bagi organ vital seperti ginjal dan lapisan lemak dibawah kulit akan berfungsi sebagai insulator tubuh.

Lemak atau lipid adalah salah satu kategori  molekul biologi yang besar yang tidak mencakup polimer. Senyawa yang disebut lipid dikelompokan bersama karena memiliki satu ciri penting yaitu lipid tidak memiliki atau sedikit sekali afinitasnya terhadap air. Perilaku hidrofobik lipid didasarkan pada struktur molekulnya. Meskipun lipid bisa memiliki beberapa ikatan polar yang berikatan dengan oksigen, lipid sebagian besar terdiri atas hidrokarbon. Lipid lebih kecil bila dibandingkan dengan makromolekul (polimerik) sesungguhnya, dan merupakan gugus yang sangat beragam bentuk maupun fungsinya. Lipid meliputi waks (lilin) dan pigmen-pigmen tertentu, akan tetapi kita akan memfokuskan perhatian pada golongan lipid yang paling penting yaitu lemak.

3.Protein

Protein  adalah makro molekul yang polimer (dibangun oleh asam amino sebagai monomernya) dan tidak bercabang. Tersusun dari unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H) oksigen (O) dan nitrogen (N), dan kadang-kadang disertai unsur sulfur (S), dan posfor (P). Kira-kira 50% dari berat kering organisme hidup adalah protein. Protein dalam organisme hidup ini ada yang berperan sebagai enzim, sebagai sumber energi misalnya untuk pergerakan otot, ada yang bertanggungjawab atas pengangkutan materi melalui peredaran darah misalnya hemoglobin dan  anti bodi, ada pula yang berperan sebagai persediaan makanan misalnya ovalbumin pada putih telur dan kasein pada susu. Protein juga merupakan bahan untuk perbaikan, pertumbuhan dan pemeliharaan struktur sel dari organ tubuh. Terdapat 20 macam asam amino yang membentuk berbagai macam protein dalam tubuh organisme hidup.

Molekul ini sangat berguna sebagai alat bantu dalam hampir setiap hal yang dilakukan organisme. Protein merupakan molekul yang dikenal mempunyai struktur paling rumit. Sesuai dengan fungsinya yang beragam, molekul protein juga sangat beragam strukturnya, setiap jenis protein memiliki  bentuk tiga dimensi atau konformasi yang unik. Meskipun protein beragam, semua molekul protein merupakan polimer yang dibangun dari kumpulan 20 asam amino yang sama. Asam amino adalah molekul organik yang memiliki gugus karboksil dan gugus amino. Polimer asam amino disebut polipeptida. Suatu protein terdiri atas satu atau lebih polipeptida yang terlipat dan terbelit membentuk kesesuaian yang spesifik. Suatu protein fungsional bukanlah sekedar rantai popipeptida, akan tetapi satu atau lebih polipeptida yang yang terpilin, dilipat dan dililit secara tepat menjadi suatu molekul dengan bentuk yang unik. Banyak protein berbentuk globuler, sementara yang lain bentuknya seperti serat. Fungsi suatu protein bergantung pada kemampuannya mengengenali dan berikatan dengan beberapa molekul lain.

  4 .Asam nukleat

Asam nukleat (nucleic acid) merupakan makromolekul biokimia yang kompleks, berbobot molekul tinggi, dan tersusun atas rantai nukleotida yang mengandung informasi genetic Asam nukleat yang paling umum adalahdeoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA). Asam nukleat ditemukan pada semua sel hidup serta pada virus. DNA adalah materi genetik yang diwarisi organisme dari orang tuanya. Suatu molekul DNA sangat panjang dan umumnya terdiri atas ratusan atau bahkan ribuan gen. Ketika suatu sel bereproduksi sendiri dengan cara membelah, DNA-nya akan disalin dan diteruskan dari satu generasi sel ke generasi sel berikutnya. Informasi yang terkode dalam struktur DNA memprogram semua aktivitas sel tersebut. Namun demikian, DNA tidak secara langsung terlibat dalam pelaksanaan operasi sel. Setiap gen disepanjang rentang  molekul DNA mengarahkan sintesis suatu jenis RNA yang disebut RNA mesenger atau m-RNA. Molekul m-RNA ini kemudian berinteraksi dengan peralatan pensintesis protein dalam sel untuk mengarahkan produksi polipeptida. Tempat sesungguhnya sintesis protein adalah struktur seluler yang disebut ribosom. Pada sel eukariotik, ribosom berada didalam sitoplasma, akan tetapi DNA berada di dalam nukleus. RNA mesenger akan mengirimkan instruksi genetik untuk membangun protein dari nukleus sampai sitoplasma. Sel-sel prokariotik tidak memiliki nukleus, namun masih menggunakan RNA untuk mengirimkan pesan dari DNA ke ribosom dan perkakas lain dari sel yang menerjemahkan informasi yang dikode menjadi urutan asam amino.

Asam nukleat merupakan polimer dari monomer-monomer yang disebut nukleotida. Masing-masing nukleutida itu sendiri terdiri atas tiga bagian yaitu:

   a.      Basa Nitrogen.
Terdapat dua basa nitrogen: pirimidin dan purin. Pirimidin memiliki cincin enam anggota yang terdiri dari atom karbon dan atom nitrogen. Anggota pirimidin adalah sitosin (C), timin (T),dan urasil (U). Purin lebih besar, dengan cincin enam anggota yang menyatu dengan suatu cincin lima anggota. Yang termasuk purin adalah adenin (A), dan guanin (G). Pirimidin dan purin yang spesifik berbeda dalam hal gugus fungsional yang terikat ke cincinya. Adenin, guanin, dan sitosin ditemukan pada kedua jenis asam nukleat. Timin hanya ditemukan dalam DNA dan urasil hanya ditemukan pada RNA.

   b.      Gula Pentosa (gula berkarbon lima).
            Pentosa yang berikatan dengan basa nitrogen adalah ribosa pada nukleotida RNA dan deoksiribosa pada molekul DNA. Perbedaan satu-satunya antara kedua gula ini adalah bahwa deoksiribosa tidak memiliki satu atom oksigen pada karbon nomor duanya yang membuat namanya disebut deoksi.

   c.       Gugus fosfat.
Dalam suatu polimer asam nukleat atau polinukleotida, nukleutida-nukleutida dihubungkan dengan ikatan kovalen yang disebut ikatan fosfodiester antara fosfat dari suatu nukleotida dan gula dari nukleotida berikutnya. Pengikatan ini menghasilkan suatu tulang belakang dengan suatu pola gula-fosfat-gula-fosfat yang berulang. Disepanjang tulang belakang gula-fosfat ini terdapat tempelan tambahan yang terdiri atas basa-basa nitrogen.



Tabel 2. Perbedaan molekul DNA dan RNA

No
Perbedaan
DNA
RNA
1.
Letak
Di dalam inti sel, mitokondria
Di dalam sitoplasma (dalam ribosom) dan dalam inti sel
2.
Komponen
Gula: deoksiribosa
Basa N: timin, adenin, guanine, dan sitosin
Gula: ribose
Basa N: urasil, adenine, guanine, dan sitosin
3.
Bentuk
Pilinan ganda (double helix) dan panjang
Sepasang pita dan pendek
4.
Fungsi
Mengendalikan aktivitas metabolisme makhluk hidup
Arsitek sintesis protein
Membantu ADN dalam sintesis protein
5.
Kadar
Tetap
Berubah menurut kecepatan sintesis protein


BAB III
PENUTUP 
   A.     Kesimpulan

1.   Unsur merupakan bahan yang tidak dapat dipecah lagi menjadi bahan lain dengan reaksi kimiawi. Kira-kira 25 dari 92 unsur alam diketahui penting untuk kehidupan. Diantaranya adalah karbon (C), oksigen (O), hidrogen (H), dan nitrogen (N), fosfor (P), sulfur (S), kalsium (Ca), kalium (K).

2.  Zat-zat anorganik contohnya adalah air, mineral, suhu, dan asam klorida (HCl). Fungsi air diantaranya adalahberperan dalam proses-proses fotosintesis dan respirasi. Mineral berperan penting untuk pembentukan hormon, tulang, gigi, dan darah. Suhu  berpengaruh terhadap kerja enzim. Dan Asam klorida (HCl) untuk mengasamkan kandungan dalam lambung.


3.     Zat organik meliputi karbohidrat, lemak, protein, asam nukleat dan zat organiklainnya.

4.  Perbedaan molekul DNA dan RNA adalah dari segi letak, gula penyusunnya, basa nitrogen, bentuk, fungsi, dan kadarnya.

   B.  Kritik dan Saran
Kebenaran dan kesempurnaan hanyalah milik Allah, kami sangat mengharapkan kritik maupun saran dari makalah ini tujuannya hanyalah untuk menjadi yang lebih baik dari makala-makalah sebelumnya. Dan semoga makalah yang telah kami susun bermanfaat bagi kita semua,  Amien.



DAFTAR PUSTAKA
Jati, Wijaya. 2007. Aktif Biologi. Jakarta: Ganeca
Kusnadi dan Didik Priyandoko. 2007. Biologi. Jakarta: Piranti Darma Kalakatama
Stansfield, William,  2006.  Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga .
Anonim.2012.http://wanenoor.blogspot.com/2011/06/pengertian-karbohidrat-klasifikasi.html#.UFfgdag6wf4.
Anonim.2012.http://ipulmujib.blogspot.com/2010/06/glukoneogenesis-biokimia.html.
Anonim.2012.http://www.blogfrengki.com/2010/10/proses-sintesis-protein.html. 

Labels: